Belajar Kesenian daerah Alor Tari Lego Lego Di Desa Takpala


Bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata budaya kesenian daerah Alor tari Lego Lego, silahkan mengunjungi desa Takpala. Desa ini terletak di desa Barat Lembur, utara Alor kawasan, Kabupaten Alor.

Di Takpala ada sebuah rumah tradisional dari suku Abui. Takpala memiliki 12 rumah rumah adat yang disusun dengan rapi. Rumah berbentuk piramida tradisional ini dinamai Lopo. Wisatawan juga dapat menonton tari lego lego di sana. Desa wisata lainnya adalah desa Bampalola dan desa Kopidil. Kesenian daerah Alor ini dilaksanakan secara besar besaran di Pulau Alor Pantar, Nusa Tenggara Timur.

Apa yang bisa dikatakan tentang salah satu desa organik ini, yaitu bersahaja dan suku Abui  sangat tradisional dari Alor. Kelompok etnis ini adalah suku yang terbesar di Pulau Alor dan mereka masih benar benar melakukan tradisi dan budayanya.
Kami disambut oleh sebuah tarian mereka yang sangat tradisional dan mereka berpakaian kain tenun indah. Peserta kesenian daerah Alor untuk tari Lego Lego mengenakan pakaian tradisional, sementara perempuan rambutnya terurai. Di kaki penari, ditempatkan gelang perak yang akan mengeluarkan suara gemerincing ketika mereka meghentakan kaki.

Mereka akan mengajak kita untuk berpartisipasi dalam kesenian daerah Alor tari lego lego ini, yang terbaik dan persaudaraan adalah hidup dengan baik. Semua orang di sana mengunyah Pinang, tetapi tidak ada yang terlihat bahwa sebenarnya mereka melakukan itu. Diet mereka cukup sederhana, terutama karena sebagian besar vegetarian, singkong, jagung, sayuran dan nasi, meskipun saya pikir kita tetap ditawari nasi.

Keindahan Tari Lego Lego


Tarian ini merupakan kesenian daerah Alor khas Abui, asli suku Takpala. Ini merupakan simbol dari kekuatan persatuan dan persaudaraan. Tarian ini adalah salah satu tradisi lama yang masih hidup di Alor. Orang akan menyanyi menari di sekitar Mesbah sepanjang malam dan pagi hari. Tari lego lego khas Takpala dilakukan secara massal dengan berpegang tangan dalam sebuah lingkaran.

Tetabuhan Gong dan genderang dari kuningan dan moko menyertai tingkah polah penari bergerak licah yang mereka nyatakan dalam lagu dan sajak lokal. Gong dan kulit genderang yang digunakan untuk menjaga irama selama melakukan tarian ini di malam tahun baru di Pulau Pura. Waktu orang orang menarikan tari lego lego di sekitar Mesbah bernyanyi dengan suara suara jelas yang kuat dalam harmoni dan sempurna.

Mereka adalah orang orang yang sangat kuat dan bisa menarikan kesenian daerah Alor ini sepanjang malam dan hari berikutnya. Jari jari kelingking yang saling terkait. Tidak memandang Muslim dan Kristen mereka menari bersama sama di sekitar Mesbah bangga dan damai karena bersama dengan teman teman mereka. Biasanya menurut adat, menarikan kesenian daerah Alor tari Lego Lego sepanjang malam. kita dan pengunjung dapat juga menari bersama warga desa Takpala. Menuruti gerakan penatua tradisi lokal.

Gerak tarian ini di dominasi oleh hentakan langkah langkah yang bergerak secara kompak. Kesenian daerah Alor ini sangat menyentuh kesatuan sosial tersebut. Para penatua sangat bangga dalam suasana damai Pulau mereka. Legenda mengatakan bahwa suku Abui adalah pendiri kesenian daerah Alor tertua yang pernah ada, yaitu di pedalaman Gunung besar Abui Alor. Tari lego lego dilakukan dalam sekitar tiga formasi berbentuk lingkaran memutari batu disebut mezbah. Menurut cerita, mezbah dibangun dengan korban kepala manusia zaman dulu sebagai pengorbanan.

Belajar Tari Lego Lego


Tidak ada prosedur formal yang dilakukan oleh orang orang Abui untuk mengirimkan pesan melalui pantun atau syair pengiring tarian ini kepada generasi muda. Karena bagi orang orang Abui, kesenian daerah Alor ini adalah suatu kegiatan sosial dan budayanya. Anak anak dan remaja belajar tari lego lego melalui pengamatan dan imitasi. Di sela sela pelaksanaan ritual budaya, anak anak selalu mencoba untuk mengikuti gerakan tarian ini. Biasanya akan ada yang lebih dewasa yang membimbing dan mengajari jika terjadi kesalahan.

Jadi, langkah langkah yang harus diambil secara umum juga diamati orang orang dewasa yang sedang melakukan tari lego lego; Ingat, kata kata dan melodi, mencoba dengan rekan rekan yang lebih dewasa; dapatkan umpan balik dari orang yang lebih dewasa untuk mengenal tradisi kesenian daerah Alor ini dengan baik, dan mencobanya lagi.

Semua suku bangsa di Alor Pantar tahu tari lego lego sebagai salah satu kesenian daerah Alor mereka. Awalnya media ekspresi kesenian ini adalah ritual bahasa berupa bahasa kuno. Dalam pengembangan lebih lanjut, budaya ini berbicara dengan bahasa dari berbagai etnis di Pulau Alor Pantar secara puitis. Saat ini banyak generasi muda di Alor Pantar tidak memahami penggunaan bahasa kuno dalam syair pengiring tari lego lego lagi.

Pertanyaannya adalah apakah mereka tahu arti dari setiap syair yang dinyanyikan di kesenian daerah Alor ini? Karena syair syair itu menggunakan bahasa kuno, banyak anak muda Abui yang tidak tahu apa artinya, tapi mereka bisa menyanyi. Saya menemukan beberapa orang berusia di atas 50 tahun yang sangat aktif bernyanyi, sendiri maupun bersama sama saat pelaksanaan tari lego lego, tetapi mereka tidak tahu arti dari lagu tersebut.


Perhimpunan Muslim dan Kristen


Hubungan lain yang ditunjukkan dalam puisi lego lego adalah perhimpunan antara komunitas Muslim dan komunitas Kristen, hal ini terlihat di desa Alila dan Moraman. Komunitas Muslim membantu orang-orang Kristen membangun hubungan baik mereka dalam solidaritas sosial yang erat. Keharmonisan antara dua komunitas di Alila terus berlanjut hingga sekarang. Ini bisa dilihat pada setiap acara kesenian daerah Alor tari lego lego mereka bernyanyi bersama dan saling bergandengan tangan.

Pada 1991 ketika gempa bumi melanda pulau Alor, gereja runtuh dan dibangun kembali setahun kemudian. Kemudian diganti namanya. Renovasi gereja yang terkena gempa kemudian komunitas Muslim membantu komunitas Kristen. Selama restorasi gereja, gereja dijaga oleh komunitas Muslim sampai semua bangunan gereja selesai. Imam muslim membawa Salib ke gereja baru. Mereka mengarak salib di sepanjang jalan desa Alila sambil memainkan Musik Qasidah. Perhimpunan antar agama antara Muslim dan Kristen terwakili oleh kesenian daerah Alor yaitu tari lego lego. Tak lupa juga Sung Poetryas (penyembah dewa matahari).

Lirik lagu daerah suku Alor berisi bagaimana orang-orang di Alor mengolah dan memelihara budaya melalui tari lego lego. Lirik-lirik itu berfungsi sebagai pengingat bagi komunitas bagaimana menjadi orang Alor tanpa mengabaikan satu sama lain. Selain itu, para penari yang menarikan tarian ini adalah simbol hubungan antaragama di antara orang-orang Alor. Puisi ini selalu dinyanyikan di mana pun kesenian daerah Alor tari lego lego dilakukan.

Bentuk kata demi kata dari pantun kesenian daerah Alor ini adalah komposisi sederhana dan formula yang mudah diingat. Sebagai kesenian daerah Alor tari lego lego, merupakan hubungan jamak dari pesan syair yang dilanjutkan secara lisan. Para pemimpin atau adat, orang-orang tua, adalah kunci dalam masyarakat yang selalu mengingatkan generasi muda untuk menjaga harmoni. Dalam hal ini pertunjukan kesenian daerah Alor, tari lego lego dapat diidentifikasi sebagai media pesan.

https://jawa.be
0 Komentar untuk "Belajar Kesenian daerah Alor Tari Lego Lego Di Desa Takpala"